Selamat datang di blog sederhana Nel@vie Online. Mengulas berbagai topik seputar Aceh, berita, wisata, adat, budaya, sejarah, galeri foto dan keindahan dalam sastra dan cerita. Kenali lebih dekat, telusuri lebih dalam, dan maknai dalam kehidupan. Semoga informasi yang tersedia dapat menambah wawasan pembaca.
Selamat Membaca!

Selasa, 27 November 2012

Objek Wisata Kerkhof (Peutjoet)

Kerkhof berasal dari bahasa Belanda yang berarti ‘kuburan’, sedangkan Peutjout atau asal kata dari Pocut yang artinya ‘Putra Kesayangan’ Sultan Iskandar Muda yang dihukum mati oleh ayahnya sendiri karena melakukan kesalahan besar dan dimakamkan di tengah areal komplek Kerkhof ini.
Kerkhof merupakan komplek kuburan serdadu Belanda yang mati dalam peperangan melawan rakyat Aceh. Komplek ini berukuran 150x200 meter yang berlokasi di Jalan Teuku Umar (samping Lapangan Blang Padang) Banda Aceh. Makam ini menjadi salah satu bukti nyata kepahlawanan rakyat Aceh dalam mempertahankan daerahnya dari jajahan Belanda sejak bulan pertama mereka menginjakkan kaki di Tanah Rencong pada Maret 1873 sampai berakhirnya perang.

Di komplek ini terdapat makam pimpinan Belanda dalam penyerangan yang pertama yaitu J.H.R. Kohler yang mati tertembak oleh pasukan Aceh di depan Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Mulanya Kohler dimakamkan di Tanah Abang Jakarta, namun sejak 19 Mei 1978 makam tersebut dipindahkan ke dalam Kerkhoff ini. Perwira pertama yang dikuburkan di sini adalah J.J.P. Weijerman yang tewas pada tanggal 20 Oktober 1883 di dekat Mesjid Siem Krueng Kale, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.
Kerkhof ini dibangun pada tahun 1880 dan di dalamnya terdapat lebih kurang 2.200 serdadu Belanda, mulai dari pangkat prajurit hingga berpangkat Jenderal. Seluruh nama-nama prajurit Belanda yang dimakamkan di dalamnya, tercantum pada pintu gerbang Kerkhoff dan terukir di batu-batu nisan yang terdapat dalam komplek makam.
Selain Jenderal Kohler, juga terdapat makam Jenderal PEL, Jenderal Van Der Heyden, dan Jenderal Van Aken. Jenderal PEL tertembak oleh pasukan Aceh di Lamnyong, Darussalam. Di batu nisannya yang menjulang tinggi, terpampang gambar wajahnya. Di tempat ia tertembak, telah dibangun sebuah tugu peringatan di Lamnyong, Darussalam.

Makam para perwira dan jenderal Belanda di Kerkhof


Kerkhof dari balik arsitektur Museum Tsunami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar